Kata Ibunda, kalau musim hujan bawa payung, jaga-jaga supaya nanti tidak kehujanan. Dasar aneh, sudah berjuta kali diingatkan bunda untuk bawa payung tapi tak pernah dibawa, selalu ditinggal di atas rak hias hitam. Alhasil, lagi- lagi harus menanti hujan reda. Dihentak- hentakan kaki kanannya perlahan, tangannya dilipat, untuk ketujuh kalinya dia lihat jam, belum ada 5 menit dari yang terakhir dia cek. Sepi, dia sendiri. Rumahnya dekat, namun hujan deras berat. Bisa- bisa kena omelan bunda karna ketahuan tidak membawa payung lagi. Lelah rasanya berdiri di bawah genteng warung bubur Pak Bima yang sudah tutup dari jam sembilan pagi. Karna pegal dan haus dia lalu menutup matanya perlahan, tanpa dia sadari hujan pun reda dan lama kelamaan berhenti. Senyumnya bersinar sinar melebihi matahari yang baru terlihat karna ditutup awan abu abu nan tebal. Setelah sampai dirumah, di sapanya ibunda tercinta yang sedang asik memasak makan malam, maka...
68’21 ||Blog Literasi